Saturday, February 11, 2017

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M " Jangan Coba-coba Bikin Kacau Jakarta"

ADS GOOGLE Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, harus aman, tertib, lancar, dan damai, dan berpesan tegas "jangan ada yang coba-coba mengacau di Jakarta."

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M " Jangan Coba-coba Bikin Kacau Jakarta"

"Besok tanggal 15 Februari kita akan laksanakan Pilkada secara serentak di Jakarta Raya. Kita tahu Jakarta adalah miniatur atau barometer Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu harapan yang ada baik dari pemerintah dan masyarakat Jakarta, bahwa Pilkada harus aman, tertib, lancar, sukses, dan damai," ujar Iriawan di kawasan Monas, Sabtu (11/2).

Dikatakannya, kesuksesan Pilkada ada di tangan pemerintah dan masyarakat Jakarta.

"Upacara hari ini cukup unik. Jarang-jarang inspektur upacara ada tiga (Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Pandam Jaya Mayjen Teddy Lakshmana dan Plt Gubernur Sumarsono). Ini menandakan bahwa kekompakan yang luar biasa yang ada di DKI Jakarta Raya. Jangan coba-coba buat kekacauan di Jakarta Raya kalau tidak mau berhadapan dengan saya, Pangdam dan seluruh rakyat Jakarta. Tapi saya yakin Insya Allah tidak ada," ungkapnya.

Ia pun mengingatkan kepada anggota TNI-Polri agar tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat politik praktis dalam mengawal keamanan Pilkada, karena dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada aparat.

"Ada segelintir manusia yang bilang kita tidak netral, tidak usah didengar itu. Bagaimana TNI-Polri tidak netral, tidak mungkin. Kita tidak ada urusan dengan pemilihan gubernur. Mau si A si B si C kita tetap Kapolda Metro beliau Pangdam Jaya dan beliau Plt Gubernur, betul tidak? Nggak ada urusan, yang penting Jakarta aman dan jangan coba-coba mengacau di Jakarta Raya yang kita cintai ini," katanya.

Iriawan meminta anggota melaksanakan pengamanan secara terpadu, komprehensif dengan mengedepankan sinergitas seluruh komponen masyarakat baik penyelenggara pemilu dan penyelenggara keamanan.

"Sinergitas dan kesatuan antara saya (Polri) dengan TNI, dengan Pemda. Ini menjadi role model, menjadi contoh bagi kesatuan TNI-Polri yang ada di seluruh Indonesia. Kalau kita kompak nggak bisa digoyahkan, manusia yang coba mengacaukan itu hanya ingin mengadu antara TNI dan Polri, tapi tidak bisa. Kita tidak bisa diadu," jelasnya.

Ia menegaskan, dirinya bersama Pangdam Jaya mempertaruhkan jabatan untuk keamanan Jakarta.

"Jangankan jabatan, nyawa pun siap saya korbankan untuk Ibu Kota yang kita cintai ini," tegasnya.

Ia melanjutkan, anggota harus selalu melakukan deteksi dini terhadap setiap ancaman dan gangguan yang ada.

"Lihat perkembangan situasi yang terjadi, amankan jangan sampai ada intimidasi, money politics dan manipulasi, maupun kecurangan. Kita dengar dari intelijen bakal ada money politics, nanti tangkap itu semua yang melakukan money politics, nanti koordinasikan dengan Bawaslu. Jangan coba-coba money politics di Jakarta. Saya akan laksanakan proses hukum terhadap pelakunya," terangnya.

Dia menambahkan, anggota harus melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap kertas suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga hasil penghitungan suara.

"Tidak ada yang melarang TNI masuk ke TPS, saya tanggungjawab. Kenapa tidak boleh, boleh untuk mengawal di sana tentunya sesuai undang-undang dan tanpa senjata. Jadi teman-teman TNI ada sebagian orang mengatakan terlalu cepat masuk ke lapangan, siapa bilang? Kapolda yang minta. Nggak ada urusan yang penting Jakarta aman. Terus lakukan patroli.
Load disqus comments

0 komentar